Update Software Koperasi (KSP & KSU) v.1.0.043(5)


Silahkan download update software Koperasi (KSP & KSU) terbaru di :

Update Terbaru

KSP
Tambahan :
– Jadwal Ulang Pinjaman
– Transaksi Pinjaman (Cetak Transaksi Angsuran)

Revisi:
– Laporan Arus Kas
– Tabel Angsuran Pinjaman (Kosong)
– Laporon Nominatif Pinjaman, dll
– Surat Perjanjian Pinjaman
– Pencairan Pinjaman
– Angsuran Pinjaman
– Backup Database

KSU
Tambahan:
– Impor Barang

Jika ada bug atau masukan pada software Koperasi (KSP & KSU) ini, dapat mengontak
wongblajar@yahoo.com

Demi meningkatkan pelayanan tanya jawab seputar software Koperasi ini,
selain melalui email & ym di wongblajar@yahoo.com,
dapat juga dilakukan via bbm dg no pin 274D2456

terima kasih.

57 Responses to “Update Software Koperasi (KSP & KSU) v.1.0.043(5)”

  1. Booby Says:

    Utk Lap Arus Kas apakah tdk sebaiknya di total saja mas..
    Misalkan Setoran simpanan ditotal mjd Penerimaan Simp; Admin Pinjm ditotal ke Penerimaan Admin pinjaman, Angsuran pinjaman di total ke Penerimaan Pokok pinjaman dan penerimaan b hasil pinjaman. dst.
    Di arus kas keluar pun jg dibuat gitu.
    Misal: pencairan pinj di total ke penyaluran pinjaman,

    Like

  2. ellnast Says:

    kalo dari saya tidak sepekat seperti itu, sebaiknya seperti ini adanya. Trus pendapatan administrasi simpanan anggota kog tercatat dalam kas masuk. Padahal komponen yang masuk adalah langsung terbebankan pada tbungan atau rekening simpanan masing2 anggota dan langsung masuk ke pos pendapatan bukan disetor secara tunai ke kas, sehinggaa kas benar2 tidak bertambahkan melainkan tetap sama . Jurnalnya akan tampak: D- rekening simpanan K- pendapatan admin simpanan bukan
    Debet Kas
    Kresitnya pendapatan administrasi simpanan

    Like

  3. ellnast Says:

    sorry pak saya salah paham setelah saya mencoba merunut laporan arus kas, maka sebetulnya pada versi sebelumnya sudah betul beban simpanan anggota pun masuk, trus penda administrasi simpananpun masuk dalam perhitungan arus kas jd saya pikir belum layak di ubah jurnalnya pak, dan arus kas kita kembali memasukan beban simpanan anggota dalam kas keluar.

    Like

  4. Fatkhul Mujib Says:

    Mas nanya nih untuk transaksi kolektif memasukan kode transaksinya bagaimana..kq nggak ada

    Like

  5. Fatkhul Mujib Says:

    seting di mana mas..nggak ada yang mohon penjelasan

    Like

  6. Fatkhul Mujib Says:

    mohon penjelasan cara setingnya

    Like

    • wongblajar Says:

      Ke produk simpanan, trus cari kolom kode transaksi setoran, ada dibagian kanan bawah, pastikan sudah pakai versi terbaru, produk simpanan yg ada di setup, bukan transaksi simpanan di customer service

      Sent from BlackBerry® 274D2456 – wongblajar.wordpress.com

      Like

  7. Fatkhul Mujib Says:

    ok mas dah ok..usul nih kalo bisa di kasih laporan simpanan permarketing berikut saldo mengendapnya dan laporan setoran simpanan markeitng pokok dan bagi hasilnya…nuwun

    Like

  8. Fatkhul Mujib Says:

    untuk laporan simpanan permarketing formatnya =
    Jumlah total setoran simpanan – Jumlah Total di ambil = Saldo Mengendap
    Untuk laporan tagihan marketing formatnya =
    Setoran simpanan pokok = setoran bagi hasil = Total setoran.
    prinsipnya seperti yang sudah ada tetapi hanya lebih detil tentang setoran pokok dan basilnya…

    Like

  9. Sayyidina Umar Says:

    Mau ganti Username & Password gimana … ??

    Like

  10. Sayyidina Umar Says:

    Manajemen user koq error … ?? bisa di tambah nggak ?

    Like

  11. Ellnast Says:

    Masukan untuk perbaikan soal kolektibilitas.
    NPL untuk Koperasi Simpan Pinjam
    Non-performing Loan juga ada didalam unit simpan pinjam pada KUD Integrasi PUSKUD (Pusat KUD) atau juga KSP (Koperasi Simpan Pinjam). Jika di bank terdapat 5 (lima) kategori Kolektibilitas seperti disebutkan diatas, untuk unit koperasi hanya ada 4 (empat) kategori Kolektibilitas yaitu :

    1. Lancar (tidak ada tunggakan selama 3 kali)
    2. Kurang Lancar (jika ada tunggakan sebanyak 4 s.d. 6 kali)
    3. Diragukan (jika ada tunggakan sebanyak 7 s.d. 9 kali)
    4. Macet (jika memiliki tunggakan di atas 9 kali periode angsuran)

    Dari keempat kategori itu, yang kategori ke-4 yaitu Macet adalah merupakan NPL / Non-Performing Loan.
    Penghitungan kolektibiltas ini berpengaruh dalam perhitungan Penyisihan Piutang tak tertagih atau kadang disebut juga Cadangan Keriugian Piutang yang harus dibiayakan.

    Like

    • wongblajar Says:

      Thanks pak atas info nya, mungkin bisa dijelaskan lebih detail prosedur selanjutnya setelah perhitungan piutang tak tertagih didapat ?

      Sent from BlackBerry® 274D2456 – wongblajar.wordpress.com

      Like

  12. ellnast Says:

    itu sekedar revisi terhadap kolektibilitas dalam laporan nominatif pinjaman. Makasih banyak.

    Like

  13. Booby Says:

    Pak, kok lap pinjaman lunas, bln agustus dan september kok sama saja? klo bisa di tambah, kolom tanggal pelunasannya kapan.

    Like

  14. muhsin Says:

    kartu simpanan / kartu angsuran pinjaman dibuat format kecil bisa gak

    Like

    • wongblajar Says:

      Kartu pinjaman atau tabel angsuran pinjaman kosong ya? Kalau kartu pinjaman sementara gitu adanya, kalau gak nanti font nya kecil banget

      Sent from BlackBerry® 274D2456 – wongblajar.wordpress.com

      Like

  15. Fatkhul Mujib Says:

    Mas untuk menggunakan sms gateway gimana caranya..seting portnya gimana

    Like

  16. Fatkhul Mujib Says:

    lingnya di mana ya mas

    Like

  17. Mas Pur Says:

    Pagi mas, mau tanya:
    1. Kenapa kok pada tarikan simpanan kalau mau menarik semua simpanan kok bisa ditarik semua pada hal saya sudah seting batas saldo minimalnya,kenapa gak disasi in sesuai dengan batas saldo minimalnya?
    2. Pada menu Kas Awal ditambahin menu BRANKAS dimana saldo brankas tersebut sama dengan saldo kas besar dan brankas trsebut tidak terkait dgn transaksi di jurnal/nraca dan menu brankas ini berguna mengatur pengeluaran Kas Awal harian supaya terarah. Thanks

    Like

    • wongblajar Says:

      1. iya, saldo minimal belum difungsikan, karna tarikan simpanan digunakan juga untuk penutupan simpanan.
      2. mengenai brankas, ok juga usulnya, namun pengeluaran/lalu lintas kas tidak hanya melulu dari transaksi di front office, karna kas kecil, sementara masih dihandle di menu accounting.

      Like

  18. Mas Pur Says:

    Met^ Pagi Mas, tanya nih:
    1.Kok ada yg bug error di PENCAIRAN PINJAMAN pada saat EDIT kok muncul Runtime error ^94 Invalid use of null, dan
    2. kadang-kadang kalau setelah restore di Pinjaman dan Pencairan muncul bug error Runtime error -2147467259 (8000405) MSQL[ODBC 5.1 Driver] [mysqld-5.141] Column ^persen^ in field list is ambigous. Oh ya di pinjaman saya seting tambah komponen pinjaman sikitar 5 komponen,apa itu yg menyebabkn eror? Thanks

    Like

  19. Mas Pur Says:

    Oh ya tanya lagi:
    – Pada Posting bagi hasil simpanan kenapa kok bisa di proses berulang,sebaiknya satu kali proses aja, jangan berulang trus satu kali aja,ini menyebabkan bunga dan administrasi bisa dobel donk dan kalo hapus susah toh,thanks.

    Like

    • wongblajar Says:

      Kalau posting b hasil simpanan tertib dilakukan tiap bulan, maka tidak akan muncul lg, kecuali kalau ternyata masih ada hutang posting b hasil simpanan

      Sent from BlackBerry® 274D2456 – wongblajar.wordpress.com

      Like

  20. muhsin Says:

    mas ada gak ksp syariah yang gratis

    Like

  21. Mas Pur Says:

    Terimakasih udah bisa smua ga da yg erorr, tanya lagi mas:
    1. Prosedur tutup rekening gimana caranya?apa pake pemindahan buku?
    2. Usul untuk Simpanan tolong ditambahin AKTIF (simpanan yg aktif menabung) dan TIDAK AKTIF (Simpanan yg udah berhenti menabung/udah tutup rekening). Thanks.

    Like

    • wongblajar Says:

      1. pakai tarikan simpanan, pemindahbukuan itu sama dengan transfer antar simpanan
      2. karna belum tahu prosedur detail untuk tutup simpanan, sementara cukup dinolkan dari tarikan simpanan,
      soal aktif / non aktif simpanan, bisa tolong dijelaskan prosedur detailnya untuk penutupan simpanan

      Like

  22. Mas Pur Says:

    Untuk aktif/tidak aktif disini yg saya maksud semisal
    -untuk TIDAK AKTIF = Simpanan tersebut jumlah saldo 0/habis dan sing anggota memutuskan simpanan/produk simpanan berhenti dari produk tsebut atau menganti produk baru dari produk sebelumnya,sehingga produk simpanan tersebut tidak aktif/berhenti dan tidak bsa melakukan transaksi simpanan.
    -untuk yg AKTIF=simpanan trsebut masih aktif melakukn transaksi simpanan/produk tersebut.

    Like

    • wongblajar Says:

      Kalo itu saya sudah maksud pak, maksud saya apakah tidak ada prosedur lain untuk penutupan simpanan, selain hanya men setnya menjadi non akti semata, misal saldo minimal nantinya apakah diserahkan sepenuhnya ke anggota, atau ada biaya penutupan simpanan nantinya?

      Sent from BlackBerry® 274D2456 – wongblajar.wordpress.com

      Like

  23. Mas Pur Says:

    Untuk saldo minimal itu bisa diserahkan anggota atau kekoprasi itu tergantung produk simpanan tersebut mau diserahkan kemana sesuai kebijakan koperasi tersubut, kalau biaya penutupan rekning diserahkn ke anggota,kalau tidak salah biaya pnutpan rekning disatukan dgan saldo minimal,atau bisa juga dipisah, menurut pendapat saya gitu.

    Like

  24. Ellnast Says:

    Tagihan Pinjaman Tolong direvisi, kog tidak semua daftar pinjaman yang dimunculkan tapi hanya beberapa/ 2 peminjam saja padahal ada yang belom setor juadi perlu diperhatikan lagi

    Like

  25. ellnast Says:

    Saya pikir semestinya semua dikarenakan besarnya tagihan pinjaman apapun bentuk pembayarannya baik setiap saat, maupun waktu tertentu ataupun sekaligus jumlahnya jelas sesuai dengan penjadwalan yang sudah dibuat sesuai skedule.,

    Like

    • wongblajar Says:

      Soalnya asumsi saya kalo jenis pembayaran yg selain jadwal, maka pembayarannya yg muncul adlh semua sisa pinjaman, seperti yg tampil saat transaksi angsuran

      Sent from BlackBerry® 274D2456 – wongblajar.wordpress.com

      Like

  26. Ellnast Says:

    tidak juga tapi sesuai pengelolaan pinjaman pada customer servis misalnya pinjam 10 juta utuk 10 bulan bunga 1 % /bulan, bunga yang dianut flat/tetap maka pada saat pengelolaannya maka akan muncul Pokok/blnnya adalah 1.000.000,- bunganya 100.000,- jadi total angsuran adalah 1.100.000,-/bulannya. Jadi tagihannya sebesar itu setiap bulannya kalo ada tunggakan yah ditambah tagihan tunggakannya. itukan hanya menyangkut cara bauarnya terjadwal, setiap saat atupun sekaligus. makasih

    Like

  27. Ellnast Says:

    Masukan untuk perbaikan soal kolektibilitas.
    NPL untuk Koperasi Simpan Pinjam
    Non-performing Loan juga ada didalam unit simpan pinjam pada KUD Integrasi PUSKUD (Pusat KUD) atau juga KSP (Koperasi Simpan Pinjam). Jika di bank terdapat 5 (lima) kategori Kolektibilitas seperti disebutkan diatas, untuk unit koperasi hanya ada 4 (empat) kategori Kolektibilitas yaitu :

    1. Lancar (tidak ada tunggakan selama 3 kali)
    2. Kurang Lancar (jika ada tunggakan sebanyak 4 s.d. 6 kali)
    3. Diragukan (jika ada tunggakan sebanyak 7 s.d. 9 kali)
    4. Macet (jika memiliki tunggakan di atas 9 kali periode angsuran)

    Dari keempat kategori itu, yang kategori ke-4 yaitu Macet adalah merupakan NPL / Non-Performing Loan.
    Penghitungan kolektibiltas ini berpengaruh dalam perhitungan Penyisihan Piutang tak tertagih atau kadang disebut juga Cadangan Keriugian Piutang yang harus dibiayakan.

    Like

  28. Ellnast Says:

    Tentang Laporan Arus Kas:
    LOPORAN KEUANGAN KOPERASI SIMPAN PINJAM
    4.1. Laporan Keuangan Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan
    Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan menyajikan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan hasil usahanya kepada para anggota melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT). Keputusan dalam rapat tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk anggota.
    Laporan keuangan Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan meliputi neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Neraca mencerminkan posisi keuangan koperasi yang terdiri dari aktiva, kewajiban dan ekuitas pada suatu saat tertentu. Neraca Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan per 31 Desember 2005 dan 2004 dapat dilihat pada tabeL 3. Perhitungan hasil usaha mencerminkan kinerja perusahaan selama periode yang bersangkutan.
    4.2. Laporan Arus Kas
    4.2.1. Sumber-sumber Informasi Penyusunan Laporan Arus Kas
    Informasi yang digunakan dalam penyusunan laporan arus kas pada Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan berasal dari 3 sumber, yaitu:
    1. Neraca
    Neraca Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan memberikan informasi mengenai kenaikan maupun penurunan aktiva, kewajiban dan ekuitas koperasi per 31 Desember 2005. Hal ini dapat diketahui dengan membandingkan antara saldo aktiva, kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2005 dan 2004.
    2. Perhitungan Hasil Usaha
    Perhitungan hasil usaha Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan memberikan informasi mengenai pendapatan, biaya serta sisa hasil usaha bersih koperasi selama satu periode yang bersangkutan. Perhitungan hasil usaha membantu menyusun laporan arus kas dari aktivitas operasi.
    3. Data Transaksi Terpilih
    Data transaksi terpilih merupakan data yang berupa perubahan yang tidak dipengaruhi kas secara langsung. Data transaksi terpilih untuk penyusunan laporan arus kas Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan adalah:
    • Pada tahun 2005 terdapat penambahan modal Rp. 139.252.989.746.56 yang terdiri dari simpanan berjangka Rp. 138.968.467.442,5 dan simpanan wajib
    Rp. 4.100.822.304,06 dan ada pengurangan modal dari simpanan pokok Rp.127.300.000,00
    4.2.2. Kertas Kerja Penyusunan Laporan Arus Kas
    Penyusunan laporan arus kas pada Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan menggunakan metode langsung dengan pendekatan kertas kerja. Kelebihan utama penggunaan metode langsung dalam penyusunan laporan arus kas adalah metode ini memperlihatkan penerimaan dan pembayaran kas koperasi dan laporan yang disajikan lebih konsisten. Kertas kerja laporan arus kas dibuat sebagai media untuk menyusun laporan arus kas. Kertas kerja laporan arus kas dengan metode langsung pada Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan untuk tahun 2005 dapat dilihat pada table 5.
    4.2.3. Penyusunan Laporan Arus Kas
    Laporan arus kas mengklasifikasikan penerimaan dan pengeluaran kas menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi pada Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan disusun dengan metode langsung. Metode langsung yaitu penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto ditentukan dengan menyesuaikan…….dalam perhhitungan hasil usaha metode akrual ke laba bersih atas dasar kas. Penyusunan Laporan arus kas metode langsung pada Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan untuk tahun 2005 dapat dilihat pada table 6.
    4.2.3.1. Menentukan Perubahan Dalam Kas
    Langkah ini dilakukan dengan membandingkan kas dan setara kas yang terdapat dalam neraca Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan per 31 Desember 2005 dan 2004, sehingga dapat diperoleh penurunan sebesar Rp. 512.510.316, dengan rincian sebagai berikut:
    Saldo 31 Desember 2005 Rp. 3.355.031.159
    Saldo 31 Desember 2004 (Rp. 3.867.541.475)
    Penurunan Kas (Rp. 512.510.316)
    4.2.3.2. Menentukan Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi
    Dalam metode langsung ditentukan mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dengan menyesuaikan pendapatan, beban dan pos-pos lain yang terdapat dalam perhitungan hasil usaha.
    Berdasarkan kertas kerja laporan arus kas (tabel 5) dapat disusun laporan arus kas dari aktivitas operasi (tabel 7).
    Dari table 7 dapat diketahui bahwa arus kas bersih dari aktivitas operasi pada Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan selama tahun 2005 adalah sebesar Rp. 7.221.511.311,31
    Tabel 6 – LAPORAN ARUS KAS METODE LANGSUNG
    KOPERASI SIMPAN PINJAM “JASA”
    PEKALONGAN
    KOPERASI SIMPAN PINJAM “JASA” PEKALONNGAN
    LAPORAN ARUS KAS
    UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2005
    (DALAM RUPIAH)
    Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi
    Penerimaan Kas dari Anggota 125..309.658.347.16
    Pembayaran Bunga kepada Anggota (74.071..644.686.51)
    Pembayaran Beban Operasional Lainnya (47.031.258.432.88)
    Kas Dihasilkan dari Operasi 4.206.755.227.77
    Penerimaan Kas dari Pendapatan Non Operasional 4.413.807.247,15
    Pembayaran Beban Non Operasional (1.399.051.162.61)
    Arus kas dari aktivitas operasi 7.221.511.311.31
    Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi
    Pemberian pinjaman (154.503.053.509,09)
    Pembelian aktiva tetap (2.372.650.010,00)
    Pembelian aktiva lain-lain (28.056.245.545,56)
    Arus kas dari aktivitas investasi (184.931.949.064,65)
    Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan
    Pembagian Dana SHU (1.832.030.933.3)
    Penarikan Tabungan Koperasi (541.574.636,11)
    Penerimaan Simpanan Berjangka 138.968.467.442,50
    Penarikan Simpanan Pokok (127.300.000,00)
    Penarikan Simpanan Wajib 4.100.822.304,06
    Penerimaan Dana Pembanngunan Usaha 3.837.321.314.83
    Penerimaan Penyertaan 1.158.582.853,81
    Arus kas dari aktivitas pendanaan 145.564.288.345.79
    Perubahan Kas dan Setara Kas (32.146.149.407.18)
    Saldo Kas dan Setara Kas 31 Desember 2004 135.542.061.940.4
    Saldo Kas dan Setara Kas 31 Desember 2005 103.395.912.532.86
    Tabel 7-ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS OPERASI (METODE LANGSUNG)
    KOPERASI SIMPAN PINJAM “JASA” PEKALONGAN
    Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi
    Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2005
    (Dalam Rupiah)
    Arus Kas dari Aktivitas Operasi
    • Penerimaan Kas dari Anggota : 125.309.658.347,16
    • Pembayaran Bunga kepada Anggota : (74.071.644.686.51)
    • Pembayaran Beban Operasional Lainnya : (47.031.258.432.88)
    • Kas Dihasilkan dari Operasi : 4.206.755.227,77
    • Penerimaan Kas dari Pendapatan Non- : 4.413.807.247,15
    Operasional
    • Pembayaran Beban Non Operasional : (1.399.051.162,61)
    Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi : 7.221.511.311,31
    Sumber: Data yang diolah
    1. Penerimaan kas dari anggota Rp. 125.942.393.524,03
    Diperoleh dari:
    Pendapatan bunga atas pinjaman Rp. 109.942.393.524,03
    Pendapatan bunga Giro Rp. 235.406.013,60
    Pendapatan bunga Tabungan Rp. 2.008.563.150,56
    Pendapatan bunga Deposito Rp. 960.236.025,14
    Pendapatan provisi dan administrasi Rp. 8.516.801.390,00
    Pendapatan operasional lainnya Rp. 3.646.258.243,83
    Jumlah Rp. 125.309.658.347,16
    a. Pendapatan bunga atas pinjaman Rp. 109.942.393.524,03
    Diperoleh dari:
    Pendapatan bunga pinjaman Rp.110.655.244.250,93
    Penyertaan pada Koperasi Pihak Ketiga (Rp. 33.752.379,54)
    Pendapatan YMH Diterima (Rp. 679.098.347,36)
    Jumlah Rp. 109.942.393.524,03
    1) Penyertaan pada Koperasi Pihak Ketiga mengalami kenaikan sebesar Rp. 33.752.379,54, hal ini menunjukkan adanya aliran kas keluar dari pemberian pinjaman kepada anggota pada tahun 2005.
    2) Pendapatan YMH Diterima mengalami kenaikan sebesar Rp. 679.098.347,36, hal ini menunjukkan adanya aliran kas keluar dari pemberian pinjaman kepada anggota pada tahun 2005.
    b. Pendapatan Bunga Giro Rp. 235.406.013,60
    Diperoleh dari:
    Pendapatan Bunga Giro Rp. 237.356.019,93
    Penyertaan pada Koperasi Pihak Ketiga (Rp. 92.329,78)
    Pendapatan YMH Diterima (Rp. 1.857.676,55)
    Jumlah Rp. 235.406.013,60
    1) Penyertaan pada Koperasi Pihak Ketiga Anggota mengalami kenaikan sebesar Rp. 92.329,78, hal ini menunjukkan aliran
    kas keluar.
    2) Pendapatan YMH Diterima mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.857.676,55, hal ini menunjukkan aliran kas keluar.
    c. Pendapatan Bunga Tabungan Rp. 2.008.563.150,56
    Diperoleh dari:
    Pendapatan Bunga Tabungan Rp. 2.025.201.259,32
    Penyertaan pada Koperasi Pihak Ketiga (Rp. 787.788,72)
    Pendapatan pada Koperasi Pihak Ketiga (Rp. 15.850.320,04)
    Jumlah Rp. 2.008.563.150,56
    1) Penyertaan pada Koperasi Pihak Ketiga Anggota mengalami kenaikan sebesar Rp. 787.788,72, hal ini menunjukkan aliran kas keluar.
    2) Pendapatan YMH Diterima mengalami kenaikan sebesar Rp. 15.850.320,04, hal ini menunjukkan aliran kas keluar.
    d. Pendapatan Bunga Deposito Rp. 960.236.025,14
    Diperoleh dari:
    Pendapatan Bunga Deposito Rp. 968.190.224,35
    Penyertaan pada Pihak Ketiga (Rp. 376.619,04)
    Pendapatan YMH Diterima (Rp. 7.577.580,17)
    Jumlah Rp. 960.236.025,14
    1) Penyertaan pada Koperasi Pihak Ketiga Anggota mengalami kenaikan sebesar Rp. 376.619,04, hal ini menunjukkan aliran kas keluar.
    2) Pendapatan YMH Diterima mengalami kenaikan sebesar Rp. 7.577.580,17, hal ini menunjukkan aliran kas keluar.
    e. Pendapatan Provisi dan Administrasi Rp. 8.516.801.390,00
    Diperoleh dari:
    Pendapatan Provisi dan Administrasi Rp. 8.535.760.185,92
    Penyertaan pada Koperasi Pihak Ketiga (Rp. 897..669,66)
    Pendapatan YMH Diterima (Rp. 18.061.126,26)
    Jumlah Rp 8.516.801.390,00
    1) Penyertaan pada Koperasi Pihak Ketiga Anggota mengalami kenaikan sebesar Rp. 897..669,66, hal ini menunjukkan aliran kas keluar.
    2) Pendapatan YMH Diterima mengalami kenaikan sebesar Rp. 18.061.126,26, hal ini menunjukkan aliran kas keluar.
    2. Pembayaran Bunga kepada Anggota Rp. 74.071.644.686,51
    Diperoleh dari:
    Beban Bunga Tabungan Rp. 13.675.448.983,36
    Beban Bunga Simpanan Berjangka Rp. 53.538.633.596,07
    Beban Bunga Pinjaman Rp. 52. 723.163,7
    Beban Provisi dan Administrasi Rp. 6.804.838.943,38
    Jumlah Rp. 74.071.644.686,51
    a. Beban Bunga Tabungan Rp. 13.675.448.983,36
    Diperoleh dari:
    Beban Bunga Tabungan Rp. 13.626.504.794,38
    Biaya YMH Dibayar Rp. 48.944.188,98
    Jumlah Rp. 13.675.448.983,36
    1) Biaya YMH Dibayar mengalami penurunan sebesar Rp. 48.944.188,98, hal ini menunjukkan adanya aliran kas keluar untuk pembayaran beban bunga tabungan.
    b. Beban Bunga Simpanan Berjangka Rp. 53.538.633.596,07
    Diperoleh dari:
    Beban Bunga Simpanan Berjangka Rp. 53.158.875.692,27
    Biaya YMH Dibayar Rp. 379.757.903,80
    Jumlah Rp. 53.538.633.596,07
    1) Biaya YMH Dibayar mengalami penurunan sebesar Rp. 379.757.903,8 hal ini menunjukkan adanya aliran kas keluar untuk pembayaran beban bunga tabungan.
    c. Beban Bunga Pinjaman Rp. 52.723.163,70
    Diperoleh dari:
    Beban Bunga Pinjaman Rp. 51.582.073,00
    Biaya YMH Dibayar Rp. 1.141.090,70
    Jumlah Rp. 52.723.163,70
    1) Biaya YMH Dibayar mengalami penurunan sebesar Rp. 1.141.090,70, hal ini menunjukkan adanya aliran kas keluar untuk pembayaran beban bunga tabungan.
    3. Pembayaran Beban Operasional Lainnya Rp. 47.031.258.432,88
    Diperoleh dari:
    Beban Umum dan Administrasi Rp. 46.163.910.992,88
    Beban Organisasi Rp. 867.347.440,00
    Jumlah Rp. 47.031.258.432,88
    a. Beban Umum dan Administrasi Rp. 46.163.910.992,88
    Diperoleh dari:
    Beban Umum dan Administrasi Rp. 51. 254.424.791,44
    Penyisihan Penghapusan Pinjaman (Rp. 1.263.838.974,10)
    Biaya Dibayar Dimuka Rp. 1.520.964.102,14
    Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap (Rp. 2.764.855.009,13)
    Kewajiban Lain-Lain (Rp. 2.582.783.917,47)
    Jumlah Rp. 46.163.910.992,88
    1) Penyisihan Penghapusan Pinjaman mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.263.838.974,10, dan harus dikurangkan dalam biaya umum dan administrasi.
    2) Biaya Dibayar Dimuka mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.520.964.102,14, hal ini menunjukkan adanya aliran kas keluar.
    3) Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap mengalami kenaikan sebesar Rp. 2.764.855.009,13, dan harus dikurangkan dalam beban umum dan administrasi.
    4) Kewajiban Lain-Lain mengalami kenaikan sebesar Rp. 2.582.783.917,47, hal ini menunjukkan adanya aliran kas masuk.
    4.2.3.3. Menentukan Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi
    Langkah dalam menentukan arus kas bersih dari aktivitas investasi dilakukan dengan cara menganalisis perubahan yang terjadi pada akun-akun yang termasuk dalam golongan aktiva tetap dan aktiva lainnya selain aktiva lancar.
    Berdasarkan kertas kerja laporan arus kas (tabel 5) dapat disusun laporan arus kas dari aktivitas investasi (tabel 8).
    Dari tabel 8 dapat diketahui bahwa arus kas bersih dari aktivitas investasi pada Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan selama tahun 2005 adalah sebesar Rp. 184.931.949.064,65.

    Tabel 8-ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS INVESTASI
    KOPERASI SIMPAN PINJAM ”JASA” PEKALONGAN
    Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi
    Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2005
    (Dalam Rupiah)
    Arus Kas Bersih dari aktivitas Investasi
    • Pemberian Pinjaman : (154.503.053.509,09)
    • Pembelian Aktiva Tetap : ( 2.372.650.010,00)
    • Pembelian Aktiva Lain-Lain : ( 28.056.245.545,56)
    Arus Kas dari Aktivitas Investasi : (184.931.949.064,65)
    Sumber: Data yang diolah
    Berdasarkan perhitungan tabel 8 terdapat penggunaan arus kas bersih dari aktivitas investasi sebesar Rp. 184.931.949.064,65.
    Aliran kas keluar timbul dari adanya:
    1. Pemberian Pinjaman 154.503.053.509,09
    2. Pembelian Aktiva Tetap 2.372.650.010,00
    3. Pembelian Aktiva Lain-Lain 28.056.245.545,56
    4.2.3.4. Menentukan Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan
    Langkah dalam menetukan arus kas bersih dari aktivitas pendanaan dilakukan dengan cara menganalisis perubahan-perubahan akun kewajiban jangka penjang dan ekuitas selain dari pos-pos operasi dan investasi.
    Berdasarkan kertas kerja laporan arus kas (tabel 5) dapat disusun laporan arus kas dari aktivitas pendanaan (tabel 9).
    Dari tabel 9 dapat diketahui bahwa arus kas bersih dari aktivitas pendanaan pada Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” Pekalongan selama tahun 2005 adalah sebesar Rp. 145.564.288.345,79
    TABEL 9-ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS PENDANAAN
    KOPERASI SIMPAN PINJAM ”JASA” PEKALONGAN
    Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan
    Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2005
    (Dalam Rupiah)
    Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
    • Pembagian Dana SHU : (1.832.030.933,30)
    • Penarikan Tabungan Koperasi : (541.574.636,11)
    • Penarikan Simpanan Pokok : (127.300.000,00)
    • Penerimaan Simpanan Berjangka : 238.968.467.442,50
    • Penerimaan Simpanan Wajib : 4.100.822.304,06
    • Penerimaan Dana Pembangunan Usaha : 3.837.321.314,83
    • Penerimaan Penyertaan : 1.158.582.853,81
    Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan : 145.564.288.345,79
    Sumber: Data yang diolah
    1. Pembagian Dana SHU Rp. 1.832.030.933,30
    Diperoleh dari:
    SHU tahun 2004 Rp. 2.030.780.933,93
    Kenaikan cadangan umum (Rp. 198.750.000,00)
    Pembagian Dana SHU tahun 2005 Rp. 1.832.030,933,30
    Hal ini menunjukkan adanya aliran kas keluar dari pembagian dana SHU.
    2. Penarikan Tabungan Koperasi Rp. 541.574.636,11
    Pada tahun 2005 terjadi penarikan tabungan sebesar Rp. 541.574.636,11, hal ini menunjukkan adanya aliran kas keluar dari tabungan koperasi.
    3. Penarikan Simpanan Pokok Rp. 127.300.000,00
    Pada tahun 2005 terjadi penarikan simpanan pokok sebesar Rp. 127.300.000,00, hal ini menunjukkan adanya aliran kas keluar dari simpanan pokok.
    4. Penerimaan Simpanan Berjangka Rp. 138.968.467.442,50
    Pada tahun 2005 terjadi penerimaan simpanan berjangka sebesar Rp. 138.968.467.442,50, hal ini menunjukkan adanya aliran kas masuk dari simpanan berjangka.
    5. Penerimaan Simpanan Wajib Rp. 4.100.822.304,06
    Pada tahun 2005 terjadi penerimaan simpanan wajib sebesar Rp. 4.100.822.304,50, hal ini menunjukkan adanya aliran kas masuk dari simpanan wajib.
    6. Penerimaan Dana Pembangunan Usaha Rp. 3.837.321.314,83
    Pada tahun 2005 terjadi penerimaan dana pembangunan usaha sebesar Rp. 3.837.321.314,83, hal ini menunjukkan adanya aliran kas masuk dari dana pembangunan usaha.
    7. Penerimaan Penyertaan Rp. 1.158.582.853,81
    Pada tahun 2005 terjadi penerimaan penyertaan sebesar Rp. 1.158.582.853,81, hal ini menunjukkan adanya aliran kas masuk dari penyertaan.

    Like

  29. rahmat Says:

    Untuk wilayah Surabaya dan Sidoarjo kira-kira koperasi mmana yaa yang sudah menggunakan aplikasi Ksp ini mohon informasinya, terima kasih

    Like

  30. rahmat Says:

    pak kalau kita mau tau alur / proses untuk menjalankan aplikasi KSP ini mulai dari awal input / transaksi sampai dengan menghasilkan Neraca R/L, ada apa tidakya, kalau ada saya mendownloadnya dimana pak, Terima kasih banyak atas infonya.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: