Update Software KSP v.1.0.034(2)


Silahkan download update software KSP terbaru di :

Update Terbaru

Update :
– Penyempurnaan Pembagian SHU
– Penambahan fas. entry manual angsuran pokok & bunga
pada Angsuran Pinjaman
– revisi bug di simpanan berjangka

Jika ada bug atau masukan pada software KSP ini, dapat mengontak
wongblajar@yahoo.com,
terima kasih.

54 Responses to “Update Software KSP v.1.0.034(2)”

  1. ricky mahardhika Says:

    siiipppp…..pertamax mas Wong…maju terus…terima kasih

    Like

  2. Fatkhul Mujib Says:

    mas saya coba entri SHU ndak bisa..caranya gimana ya…

    Like

  3. ellnast Says:

    pembagian SHU MU hanya pendapatan bunga yang sudah diberikan oleh anggota peminjam selama periode atau TB berjalan bukan didasarkan atas denda atau pinalti tp sejumlah pendapatan yg sdh diberikan oleh anggota peminjam pada periode waktu tertentu, sedangkan denda adalah sejumlah sanksi akibat kelalaian debitur. Makasih

    Like

  4. p herry Says:

    SHU saya isi 50-50% trus proses.

    Hasilnya bux

    [MySQL][ODBC5.1 Driver][MySQL-5.1 29-rc Community] Column Count doesn’t match Value Count at row 1

    gimana caranya mas Wong, thank’s

    Like

  5. p herry Says:

    Siang mas Wong.

    Saya dah coba proses dan berhasil. Pertanyaan,

    1. menghitungnya harus tiap bulan apa akhir tahun.
    2. setelah proses SHU kemudian tutup buku tidak berpengaruh pada
    Neraca, apakah artinya pembayaran SHUnya kepada anggota secara
    manual (belum otomatis masuk ke tabungan anggota).

    Usul:

    1. Setelah proses, kemudian otomatis masuk ke simpanan anggota
    seperti pada bagi hasil simpanan.
    2. Penyempurnaan kelihatannya bung Ellnast banyak masukan.

    makasih tetap menunggu updatenya.

    Like

    • wongblajar Says:

      1. perhitungan shu, diambil dari tutup buku di periode paling akhir pada tahun yg diinginkan, misal tutup buku paling akhir di tahun yg diinginkan adalah bulan desember, maka nominal shu akan diambil pada periode tsb.
      2. tidak ada efeknya pada transaksi2 lainnya, makanya diberikan fas. cetak untuk hasil perhitungan pembagian shu nya

      mengenai usulnya saya tunggu respon dari temen2 lainnya dulu, terima kasih

      Like

  6. ellnast Says:

    usul dari bung Herry soal otomatis itu baik juga namun sebaiknya jgn otomatis masuk ke tabungan, krn shu tersebut terkadang sebagian KSP msh membagikannya secara lgs kepada anggota setelah itu tergantung apakah hasil SHU tersebut mau diapakan itu kebebasan masing2 anggota. Lagian SHU bukan bunga yg otomatis langsung diposting pada rekening simpanan anggota, SHU adalah hasil usaha koperasi selama 1 tahun setelah dikurangi biaya2 selama tahun tsbt. Jd sebaiknya seperti ini yg tidak serta merta mempengaruhi neraca ataupun secara otomatis masuk pada simpanan anggota. Bagaimana kalo setelah proses terjadi kesalahan sangat susah utk dikoreksi krn sudah terbukukan pada rekening masing2 anggota. Jd berjalan seperti ini sudah baik hanya setelah proses terjadi bagusnya pada form laporan ditambahkan laporan SHU. Makasih, maaf saya memang bukan org koperasi tp saya seorg pegawai bank namun sedikitnya saya coba berbagi apa yg saya tahu soal perkoperasian, lagian akutansinya yg dianut hampir mirip.

    Like

    • wongblajar Says:

      mengenai laporan shu sudah ada, jadi setelah tekan tombol proses, dan hasil perhitungan shu muncul, bisa dilanjutkan dengan menekan tombol cetak, maka laporan perhitungan shu akan muncul

      Like

    • wongblajar Says:

      Pak, punya contoh format analisis laporan keuangan ? kalau tidak keberatan saya mohon infonya, terima kasih

      Like

  7. Yayak Says:

    Sudah saya otak – atik semuanya….
    tapi untuk cetak transaksi ke buku tabungan tetep besar jadi ukuran A4.
    bisa kasi tutornya yang lengkap gak n jelas..
    makasih atas bantuannya..!!!!

    Like

    • Fatkhul Mujib Says:

      iya mas idem..kasih tutornya ato di kasih yang dh jadi..he..he..makasih

      Like

    • wongblajar Says:

      ok deh, nanti saya usahakan, mengenai previewnya akan tetap seukuran A4, jadi hanya bisa main di format cetakan saja, sehingga seolah2 dibuat seperti format buku dan lainnya

      Like

  8. Rizal Says:

    Pagi Mas..gini mau usul, gimana kalau bukti setoran,tarikan dan angsuran diperkecil aja cetakan printnya seperti semacam bukti validasi slip setoran,tarikan dan angsuran pada bank, trimss.

    Like

  9. ellnast Says:

    Bung Wong bagaimana kalo pada versi berikutnya bisa ditampilkan juga laporan perhitungan tingkat kesehatan koperasi diukur berdasarkan rasio-rasio keuangan koperasi seperti antara lain:
    1. Rasio Likuiditas
    2. Rasio Solvabilitas
    3. Rasio rentabilitas
    4. rasio profitibilitas
    5. BOPO

    Hal ini dapatsaya jelaskan sebagai berikut:
    Rasio Likuiditas terdiri atas:
    1. Current Ratio/CR dirumuskan CR=Aktiva Lancar/Hutang Lancah kali 100%
    2. CasH Ratio = Kas+Bank+Piutang/Hutang Lancar kali 100%
    Rasio Rentabilitas dirumuskan sebagai=Laba Usaha/Modal kali 100%
    terdiri atas:
    -Rentabilitas Ekonomi =SHU/Total Aktiva(asset) x 100%
    -Rentabilitas Modal sendiri=SHU/Modal sendirix100%
    Rasio Solvabilitas =Modal sendiri/Total aktiva X 100%
    Rasio Profitabilitas
    -Return of Asset=SHU setelah pajak/Total pendapatan
    perhitungan BOPO dilakukan dengan rumus
    BOPO=Biaya Operasional/Pendapatan Operasional

    Like

    • wongblajar Says:

      Terima kasih atas infonya, kemudian ada yg masih saya perlukan adalah format dari laporan tsb pada umumnya seperti apa ya? apakah jadi satu atau terpisah ? terima kasih

      Like

  10. ellnast Says:

    BOPO=Biaya Operasional/Pend. OperasionalX100%

    Like

  11. ellnast Says:

    BOPO=Biaya Operasional/Pend.OperasionalX100%

    Like

  12. Ellnast Says:

    Pada Umumnya jadi satu kesatuan untuk menilai tingkat kesehatan koperasi. trus disamping itu ada beberapa parameter menegani persentasinya, sehingga dapat dikatakan koperasi tersebut sehat atau tidak, makasih

    Like

  13. Ellnast Says:

    fORMAT lAPORANNYA DISATUKAN SAJA

    Like

  14. ellnast Says:

    Rasio keuangan adalah suatu hal yang menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan antara jumlah tertentu dengan jumlah yang lain atau perbandingan antara berbagai gejala yang dinyatakan dengan angka/persentase. (Amin Wijaya Tunggal: 1995). Beberapa jenis analisis rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja financial antara lain :
    a. Analisis Rasio Likuiditas
    Rasio likuiditas adalah menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Analisis rasio likuiditas ini dapat dilihat dari:
    Aktiva Lancar
    1). Current Ratio = ——————- X 100%
    Utang Lancar

    Current Ratio yang tinggi belum tentu dapat menjamin terbayarnya utang yang jatuh tempo. Hal ini dikarenakan adanya jumlah persediaan yang relatif besar jika dibandingkan dengan tingkat penjualan, sehingga perputaran persediaan rendah, atau dapat juga dimungkinkan oleh jumlah piutang yang besar dan sulit ditagih. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi tahun 2002, Current Ratio yang baik adalah sebesar 175% – 200%.
    Volume usaha
    2). Assets Turn Over = ———————- X 1 kali
    Assets

    Assets Turn Over merupakan kemampuan perusahaan memanfaatkan seluruh kekayaan (assets) dalam rangka memperoleh penghasilan selama satu tahun. Semakin tinggi tingkat perputaran kekayaan, maka semakin baik. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi tahun 2002, Assets Turn Over yang baik adalah > 3.5 kali.

    b. Analisis Rasio Solvabilitas
    Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan dilikuidasi, baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang (Munawir:2001). Selanjutnya analisis rasio solvabilitas dapat diartikan sebagai hasil yang diperoleh dari proses menganalisis rasio yang berhubungan dengan pelunasan kewajiban serta pengembalian modal. Rasio solvabilitas ini dapat ditentaukan dengan:
    Total Aktiva
    1) Total Assets to Total Debt Ratio = —————— X 100%
    Total Utang

    Rasio yang rendah menunjukkan adanya pinjaman yang besar, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi tahun 2002, Total Assets to Total Debt Ratio yang baik adalah sebesar 110%.

    Modal Sendiri
    2) Net Worth to Debt Ratio = —————— X 100%
    Total Utang

    Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan koperasi dalam melunasi semua kewajibannya dengan menggunakan modal sendiri. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi tahun 2002, Net Worth to Debt Ratio yang baik minimal >15%.

    c. Analisis Rasio Rentabilitas
    Rasio rentabilitas menunjukkan keapuan perusahaa untuk menghasilkan laba selama periode tertentu (Munawir: 2001). Selanjutnya analisis rentabilitas dapat diartikan sebagai hasil yang menunjukkan berapa besar kontribusi laba dari modal yang dimiliki oleh perusahaan. Analisis rasio rentabilitas ini dapat ditentukan dengan dua macam cara yaitu:
    Sisa Hasil Usaha
    1) Return on Assets = ———————- X 100%
    Total Aktiva

    Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan koperasi dalam memperoleh hasil usaha dengan memanfaatkan keseluruhan dana yang ditanamakan dalam aktiva untuk operasi koperasi sehingga menghasilkan keuntungan. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi tahun 2002, Return on Assets yang baik > 10%.

    SHU Setelah Pajak
    2) Rentabilitas Modal Sendiri = ——————— X 100%
    Modal sendiri

    Rasio Rentabilitas Modal Sendiri yang tinggi menunjukkan keberhasilan koperasi dalam memperoleh penghasilan yang nantinya akan diberikan untuk kesejahteraan anggota koperasi. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi tahun 2002, Rentabilitas Modal Sendiri yang baik > 21%.

    Sisa Hasil Usaha
    3) Profitabilitas = ——————— X 100%
    Pendapatan Bruto

    Profitabilitas merupakan perbandingan hasil usaha yang diperoleh koperasi dengan pendapatan bruto pada tahun yang bersangkutan. Pendapatan bruto diperoleh dari total penjualan ditambah pendapatan non operasional dikurang dengan harga pokok penjualan. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi tahun 2002, profitabilitas yang baik > 15%.

    Like

  15. ellnast Says:

    dan biasanya laporan tersebut disatukan, dan makasih banyak atas bantuannya.

    Like

  16. irman Says:

    waah om makin Oke aja nih…
    btw mw nambahin nih..
    1. di profile, untuk alamat di bikin 3 kolom gmn..
    u/ no tlp n no fax di kolom selanjutnya.

    2. di daftar anggota.
    da fitur import berrti da fitur exportnya kan y harusnya. dah gitu jika input manual banyak yg harus di isi, tp hasil inputannya hanya 4 kolom ja, bagimana klo jadi sama dengan di input manual sama yg di import dan hasilnya bisa di export.

    sekian dl ya om.. nanti di infokan lg..😀

    salam sukses

    Like

  17. ujieanth Says:

    salut om atas dedikasinya..
    walopun ak orang Bank tp pengin lha sedikit sharing. btw sedikit masukan ni om..
    1. untuk format Laporan penilaian kesehatan KSP silahkan donlot format bakunya dari di link http://www.4shared.com/document/Q2Aeikwz/Penilaian_KSP.html
    2. Bisa g om kalo tambahan kas pada kas masuk/keluar di bikin denomination (rinciannya) uangnya. trs sisa kasnya juga ada rinciannya. jadi kita bisa langsung cros cek antara kas fisik dengan kas pembukuan.
    3. Untuk tapak validasi atau pencetakan bukti kas alangkah baiknya cuma bisa satu transaksi satu tapak validasi.
    4. Untuk tapak validasi usul saya formatnya
    Baris pertama (Nama User pemakai) (Kode transaksi) (No urut transaksi) (tanggal dan jam transaski)
    Baris kedua (No Rekning dan Nama rekening)(nominal transaksi)(keterangan D/K)
    Baris ketiga(No rekening dan nama rekening)(Nominal transaksi)(keterangan itu D/k)
    baris keempat (remarks/keterangan)
    guna tapak validasi seperti ini adalah untuk mempermudah ketika kita meverifikasi kebenaran bukti pembukuan.
    5. trs gini om kali di Bank biasanya setiap kita mau memulai / membuka sistem kita harus memulai dengan Open sistem oleh pemegang otoritas tertinggi (ketua/manajer oprsional) dan untuk menutup juga kita harus closed sistem. agar ketika sistem ditutup dapat dipastikan bahwa tidak ada transaksi yang dapat dilakukan lagi(dengan catatan ketika closed sistem sisa kas di frontoffice telah disetorkan ke kas besar).
    kynya segini dulu share nya… maklum baru pertama kali post langsung seabrek gini..
    terus maju…..

    Like

    • wongblajar Says:

      1. terima kasih untuk sharingnya
      2. kalau gak salah, yang dimaksud sudah ada, namanya laporan transaksi kas, berupa laporan lalu lintas kas untuk setiap teller.
      3. maksudnya ada validasi transaksi, dan hanya bisa cetak 1 kali saja?
      5. usulan bagus, terima kasih

      Like

      • ujieanth Says:

        1. yang saya maksud denomination kas rincian kas fisik.. ex :
        Rp. 100.000 10 lembar 1.000.000
        Rp. 50.000 3 lembar 150.000
        dst sampai nominal terkecil
        2. Iya setiap bukti transaksinya ada cetakan validasi transaksinya jd kemungkinan untuk dobel transaksi tidak terjadi. kalopun mau cetak ulang bukti validasinya harus dengan user yg otoritasnya lebih tinggi jadi teller /kasir tidak bisa mencetak ulang tanda validasinya demi keamanan.
        3. Thanks atas tanggapannya

        Like

        • wongblajar Says:

          1. tolong dijelaskan lebih detail mengenai proses transaksinya, apakah teller harus entry denomination selain nominal saat transaksi kas masuk dan keluar juga? kalau iya apakah tidak terlalu ribet untuk entry nya?

          terima kasih atas penjelasannya sebelumnya

          Like

    • ujieanth Says:

      1. denomination cukup dientri pas tambahan kas pada awal hari dan setor kas pada akhir hari saja..
      2. mohon penjelasannya. bagaimana mengimplementasikan program ini kalo koperasinya sudah jalan beberapa tahun yg lalu..(untuk sisa pinjaman seperti apa perlakuannya)

      Like

      • wongblajar Says:

        1. ok
        2. bisa dengan mengentri saldo sisa pinjaman saja,
        atau kalau mau sedikit repot yg dientry sesuai nominal pinjaman, namun transaksi angsuran yg sudah dilakukan harus dientry juga
        atau entry simpanan bertahap hanya untuk simpanan baru dulu saja

        Like

      • ujieanth Says:

        wah berarti lumayan repot juga ya kalo anggotanya hampir ribuan.. harus entry data anggota satu persatu trs masukin data pinjaman sama simpanannya jg ya.. tp kira kira bisa ga mas ditambahin fasilitas import data persis ky fasilitas import data anggota tetapi ini khusus untuk pinjaman dan simpanan saya lha nanti korelasinya dari nomor anggotanya agar datanya valid.. thanks..

        Like

  18. Nyoman Says:

    Mas, beberpa output sudah bisa dieksport ke Excel. Sepertinya perlu dipertimbangkan untuk menggunakan file Excel sebagai input. Misalnya untuk transaksi angsuran.

    Trims

    Like

  19. Irfan Says:

    Sore mas..
    Maaf, Nih mas.. sewaktu saya mengentery satoran tunai terjadi kesalahan nominal dan saya lakukan koreksi kedit dengan memasukan nominal yg salah dan lakukan setoran tunai lagi dengan nominal yang benar,..kok hasil saldo simpanan error malah nambah seperti setoran tunai, gimana tuh mas apa ada yang error di koreksi kredit

    Like

    • wongblajar Says:

      untuk koreksi setoran yg salah, harus dilakukan melalui transaksi tarikan dengan nominal sesuai yg salah tadi, lalu lakukan transaksi setoran lagi dengan nominal yg benar

      Like

    • Fatkhul Mujib Says:

      saya juga pernah ngalamin hal yang sama mas..sebenarnya sih bisa seperti itu..cuman itu mempengaruhi data transaksi kas harian dan harus di bikinkan kwitansi …kalo boleh usul di kasih format untuk koreksi tanpa harus mempengaruhi laporan transaksi kas harian..untuk jurnal selain transaksi ismpan pinjam koq nggak masuk dalam laporan transaksi harian..

      Like

      • wongblajar Says:

        intinya sih, untuk memantau tingkat kesalahan entry teller dalam menjalankan transaksi simpanan yg butuh kelelitian tinggi

        untuk laporan transaksi kas, harusnya mencakup semua transaksi kas yg ada (simpanan, s. berjangka dan pinjaman) saja, sedangkan untuk lalu lintas kas selain itu (yg lewat jurnal umum) asumsinya dana tidak melalui teller

        Like

  20. Ridjal Says:

    Sore Mas…
    Saya mau usul gini untuk perhitungan bagi hasil simpanan/bunga simpanan dibuat pilihan manual yaitu:
    -Metode perhitungan bunga saldo minimum
    -Metode perhitungan bunga saldo rata2
    -Metode perhitungan bagi hasil simpanan SYARIAH
    Seperti software Ksp yang lain, Terimaksih banyak.

    Like

  21. Nyoman Says:

    Mas, saya mengusulkan agar daftar pinjamannya bisa dikelompokkan, misalnya harian, mingguan, dan bulanan sesuai dengan jenis pinjamannya. Yang sekarang sepertinya nyampur.
    Trims.

    Like

  22. Nyoman Says:

    Mas, ingin mengusulkan daftar pinjaman dikelompokkan berdasarkan jenisnya, harian, mingguan, dan bulanan. Saat ini sepertinya bercampur jadi satu.
    Trims.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: