Update Software KSP v.1.0.030a


Silahkan download update software KSP terbaru di :

Update Terbaru

Revisi bug sbb :
– Tampilan di tambah anggota

Bagi yang menggunakan setting regional Indonesia saat mengetik koma,
gunakan tanda koma jangan titik.

Jika ada bug atau masukan pada software KSP ini, dapat mengontak wongblajar@yahoo.com, terima kasih.

55 Responses to “Update Software KSP v.1.0.030a”

  1. p herry Says:

    Pagi mas,

    Yang mau nambah anggota dipersilah, Tambah anggota dah normal.

    Usul mas,
    saya sudah nyoba Proses Bagi Hasil, hasilnya kelihatannya okey secara otomatis akan menambah saldo awalnya.

    Usul saya gini mas, pada Menu Laporan Simpanan ditambah Cetak Proses Bagi Hasil.
    Saya pikir ini sangat berguna untuk petugas yang akan menambahkan bunga ke buku anggota secara manual. Karena sebagian besar operasional Koperasi anggotanya tidak datang ke kantor tetapi petugas yang mendatangi anggota.

    Makasih mas Wong, Sempurna !!!

    Like

  2. whonk hanafi Says:

    Error ksp v 30a juga ksp v 30 : di menu laporan neraca detail “run time error 3021”

    Usul :
    semua laporan bisa export ke file excel seperti pada menu marketing > laporan pinjaman. Untuk menu export tersebut (tool export excel) ditempel saja di lembar laporan sebelah gambar printer. Ini sangat bermanfaat untuk edit laporan.

    Kartu pinjaman kosong hanya 10 baris kalau bisa 24 baris seukuran ½ hvs.

    Like

    • wongblajar Says:

      untuk laporan neraca detail, tolong keterangan errornya lebih lengkap, soalnya saya tes gak ada masalah, jangan di komputer anda belum terinstall printer ?

      untuk ekspor ke excel akan saya usahakan.

      mengenai kartu pinjaman yang kosong kalau 1/2 hvs (6,5 inch) hanya cukup 10 baris pak, mungkin kalau 1 hvs (13 inch) baru bisa 24 baris

      Like

  3. p herry Says:

    Siang mas Wong,

    Tambah usulan:

    Untuk sertifikat Simpanan Berjangka, kalo bisa kolom tanda tangan langsung saja nama Manajernya, kan sudah masuk sebagai pengurus dengan jabatan = manajer.

    makasih mas, saya tunggu update nya.

    Like

  4. ellnast Says:

    Pada menu laporan, sub menu back office kog laporan detail simpanan yang muncul per anggota ditampilkan hanya simpanan pokok dan simpanan sukarela sedangkan simpanan wajib tidak nampak. Selanjutnya, kalo boleh usul, skedule pembayaran pinjaman juga ditampilkan jumlah angsuran pokok bunga setiap bulan yg harus diangsur anggota peminjam dan setelah anggota setor ditambah tampilan rekening koran pinjaman yg bersangkutan, makasih banyak, tetap semangat yah dalam berbagi.

    Like

    • wongblajar Says:

      di laporan nominatif simpanan menampilkan simpanan pokok, wajib & sukarela, tentu saja untuk masing2 anggota harus terlebih dahulu membuat 3 buah simpanan & dilakukan trasnaksi setoran. untuk maukkan lainnya akan saya pelajari dulu terima kasih.

      Like

  5. p herry Says:

    Selamat pagi mas Wong.

    Lho udah jam 01.00 pagi.

    dibilang usul ya nggak, dibilang tidak jan2ne ya usul.

    Mas saya ingin melihat transaksi Simpanan salah satu Anggota sejak bulan … s/d bulan … tidak pada layar komputer melainkan dalam bentuk laporan tentunya cetak.

    * jika saya minta dicetakkan Rekening Koran, yang terbaca hanya 1
    periode saja.
    * Jika saya minta dicetakkan Transaksi Simpanan, terbaca transaksi
    tapi identitasnya nggak ada.

    Dengan kasus diatas sebaiknya gimana mas Wong, terserah anda saja (dah gratis minta macam2), tentu saja dengan pertimbangan effisien dan effektif.

    makasih mas Wong.

    Like

  6. ellnast Says:

    Betul kami sdh lakukan pembukaan 3 jenis simpanan baik pokok, wajib, dan sukarela dan sdh dilakukan penyetoran baik, wajib, pokok maupun sukarela, namun begitu dicek pada laporan yg nampak hanya wajib dan sukarela sdgkan pokok tidak nampak. sehingga jumlahnya pun hanya wajib dan sukarela, tolong direspon dan makasih atas umpan baliknya, makasih banyak

    Like

    • wongblajar Says:

      terima kasih atas informasinya akan saya tes ulang laporan tersebut

      Like

    • pakmuda Says:

      Pagi mas Wong..

      menanggapi elnast, mohon maaf sebelumnya kenapa ada 3 buku simpanan, sy juga bingung ketika ada angsuran pinjaman yang komponennya ada simpanan wajib kenapa tidak langsung masuk rekening simpanan ya???? dan juga ketika pencairan pinjaman disitu ada komponen pemotongan pinjaman untuk simpanan pokok bagi anggota baru tapi juga tidak otomatis masuk ke rekening simpanan. apakah untuk simpanan pokok, wajib dan sukarela harus beda rekening dan entry manual?????? mohon pencerahan. jika otomatis bgmn?? sy yakin mas wong bisa ngatasi.

      Like

      • wongblajar Says:

        untuk jenis simpanan memang ada 3 jenis yaitu simpanan pokok, wajib & sukarela, sehingga untuk simpanan berjenis pokok hanya untuk entry setoran simpanan pokok, begitu juga untuk jenis simpanan lainnya. untuk pinjaman seharusnya tidak terkait dengan komponen simpanan, jadi dapat dipastikan telah terjadi kesalahan setting, sedangkan untuk pencairan pinjaman juga tidak langsung masuk ke rekening simpanan, jadi sementara ini pencairan pinjaman dianggap diambil tunai, namun jika ingin dimasukkan langsung ke simpanan, ya mesti di entry manual. jadi sekali lagi untuk pinjaman secara sistem tidak/belum terkait dengan simpanan, sehingga walau secara setting/penjurnalan bisa dilakukan, namun secara pencatatan transaksi di sistem belum.

        Like

  7. ellnast Says:

    masukan pak, kami sudah mencoba program ini dan makasih banyak sudah berbagi. Namun menjadi pertanyaan kami adalah ketika terjadi penyetoran pinjaman setoran bunga masuk pada pos neraca kas besar aktiva sebesar angsuran bunga namun pada pos passiva neraca akan terjadi selisih sebsar jumlah angsuran bunga tersebut akibatnya neraca tidak balance. Secara akutansi itu tidak diperbolehkan. Selisih tersebut masuk dalam pos laba rugi sebagai pendapatan hasil bunga pinjaman pos 900. Untuk itu pertanyaan saya bagaimana caranya melakukan penyesuaian pada pos passiva di neraca sebesar selisih pendapatan bunga pinjaman tersebut. Apa harus dilakukan jurnal penyesuaian dengan melakukan pendebetan sebesar pendapatan tersebut dan disetor sebagai sisa hasil usaha pada pos modal di passivanya neraca atau ada cara otomatis oleh sistem, bila dilakukan jurnal seperti itu nanti pendapatannya akan jadi nihilkan pa, mohon bantuan dan petunjuk lebih lanjut. Makasih

    Like

    • wongblajar Says:

      untuk kasus ini, saya harus cek dulu, apakah ini kesalahan sistem, atau setting pada produk pinjaman, namun untuk mempercepat proses ini, alangkah baiknya bila anda memperkenankan saya untuk mengecek langsung database milik anda?

      Like

  8. ellnast Says:

    terjadi bug pada customer service di pinajaman. Tgl jatuh tempo kog sama dengan tgl cair kredit seharusnya kan tanggal jatuh tempo itu tanggal limit kredit tsb dilunaskan sesuai jangka waktu skedule pembayaran angsuran. Kapan update versi terbarunya bos kami mengharapkan kemajuan dan kami senantiasa mendukung, apalagi bapak rela berbagi. Trus apakah program ini senantiasa

    Like

  9. faiter Says:

    Saya mau bertanya karena saya newbe dsni, apakan database dr sql yang versi pertama digunakan untuk versi terakhir dapat berfungsi dengan baik. terimakasih dan sukses selalu.

    Like

  10. faiter Says:

    Saya mau bertanya karena saya newbe dsni, apakah database dr sql yang versi pertama digunakan untuk versi terakhir dapat berfungsi dengan baik. terimakasih dan sukses selalu.

    Like

  11. irma lufias Says:

    Menegaskan komentar atau masukan ellnast, emang ada bug disitu pak, dan satu lagi di dalam modul pemakaian dimenu setup ada menu option, tetapi setelah diinstall kok menu tersebut tidak muncul didalam aplikasinya. terima kasih

    Like

  12. ellnast Says:

    laporan laba rugi kog blank ketika dilakukan tutup buku dalam artian rincian pos laba ruginya tidak ada angka semestinya walaupun laba atau pendapatan masuk dalam pos neraca di shu, laporan laba ruginya rinciannya tetap ditampilkan, trus usulan juga kalo bisa ditampilakan pembagian shu peranggota dengan komponen presentase pembagian shu-nya nanti tinggal user yg menyetingnya sesuai ketentuan ad/art koperasi tersebut berdasarkan jumlah modal yg sudah disetor dan besarnya transaksi pinjaman anggota tersebut

    Like

    • wongblajar Says:

      laporan laba rugi, seharusnya bisa tampil tanpa dilakukan tutup buku terlebih dahulu, karena tutup buku hanya diperlukan untuk menampilkan neraca, mengenai shu, tolong saya didiberi penjelasan lebih detail , kalau bisa diberi contoh sekalian, soalnya soal pembagian shu ini, informasi yang saya punya mash minim, terima kasih.

      Like

  13. ellnast Says:

    trus apa bisa software ksp-nya kami gunakan dalam 1 komputer untuk 2 koperasi yang berbeda dan database yg berbeda dan bagaimana caranya misalnya begini software Ksp yg satu diberi nama KSP-A trus yg satunya KSP-B, namun sama 2 dalam 1 komputer baik PC maupun laptop. Bagaimana caranya, mohon petunjuknya, makasih sebelumnya

    Like

  14. ellnast Says:

    Pada menu back office angsuran pinjaman kenapa total angsurannya dikunci, artinya sistem memprotek angsuran agar sesuai dengan besarnya cicilan setiap bulannya, idealnya sih demikian tp bagaimana kalo angsurannya tidak sesuai dan pada sistem ini belom terakomodir, kalo boleh kami usulkan bagaimana button angsurannya dibuat rinciannya sebagai berikut: pokok, bunga trus total dan angkanya diisi manual sesuai jumlah yang diangsur anggota baik pokok maupun bunga dan jika kurang oleh sistem otomatis terbaca sebagai tunggakan, bagaimana. Mungkin saja ada anggota yang ingin mengangsur lebih di pokoknya dan itu tidak terencanakan? Apa itu bisa dimungkinkan sistem atau ada cara lain bung, makasih maaf banyak usul

    Like

    • wongblajar Says:

      pada dasarnya angsuran pinjaman ada yg nominal bisa di edit, jika pinjaman dengan jenis angsuran flat & jenis pembayarannya setiap saat. mengenai usulannya sementara saya pelajari dulu terima kasih.

      Like

  15. ellnast Says:

    contoh kasus di atas adalah begini: anggota pinjam sebesar 1,5 juta untuk 5 bulan dengan bunga 12 % pertahun angsuran setiap bulannnya yg terbaca sistem ksp ini adalah 315.000 per bln dan memang demikian adanya, namun bagaimana pada bulan kedua misalnya dia cuman mengangsur 300.000 ? dan ketika kami mencoba posting setoran pinjaman anggota tsbt ternyata software ksp ini sdh memblok angsuran sebesar cicilan 315.000,- apa tidak sebaiknya dibuat pemisahan cicilan tersebut dengan pokok, bunga lalu jumlahnya dan itu diinput angkanya secara manual, misalnya:
    Pokok : Rp. 285.000
    Bunga: Rp 15.000
    Total : Rp. 300.000
    Sehingga kekurangan tersebut oleh sistem terbaca tunggakan pokok sebesar Rp. 15.000,-?

    Like

    • wongblajar Says:

      terima kasih atas simulasinya, mestinya untuk kasus ini, bisa diatasi jika jenis angsyran pinjaman flat & jenis pembayaran setiap saat.
      sebisa mungkin saya dikurangi entry manual terutama untuk entry manual di angsuran pokok dan bunga, karena dibutuhkan perhitungan besar bunga secara manual terlebih dahulu.

      Like

  16. ellnast Says:

    Betul bung, saya memahami kalo tutup buku dilakukan untuk menampilkan neraca berdasarkan jurnal2 yg telah dilakukan pada peride berjalan, pertanyaan skrg adalah setelah saya lakukan tutup buku utk menampilkan neraca kog setelah melihat laporan laba rugi kog menjadi nihil atau tidak ditampilkan rincian pos2 pendapatan dalam lap. L/R. Perihal shu sendiri diterjemahkan sebagai laba atau pendapatan yg diperoleh dari aktivitas2 bisnis perkoperasian, atau dalam istilah akuntansi shu itu sendiri sama dengan laba. Pembagian shu itu dikelompokan untuk berbagai komponen sesuai kebijakan masing2 koperasi misalnya:
    1. Cadangan 40%
    2. Anggota 40 %
    3. Pengurus 10 %
    4. Pendidikan 10%
    Misalnya shu koperasi A adalah Rp. 10.000.000
    Berarti SHU yg dibagi kepada anggota adalah 4.000.000,-. Dari 4 juta tersebut dibagi kepada masing2 anggota sesuai jasa anggota misalnya jasa simpanan 30% dan jasa pinjam 70%. Simpanan anggota A adalah 500.000, total simpanan koperasi adalah 50.000.000 maka shu dari anggota A berdasarkan jasa simpannya adalah 500.000:50.000.000 x 30 % Rp. 4.000.000 = 12.000
    Begitupun dengan pinjaman. mungkin ada yang bisa bantu untuk memperjelas agar bung wong bisa mengupdatenya dalam program2 ksp kali mendatang. Makasih banyak

    Like

  17. yono Says:

    Bos… mau nanya.. Apa ada sofware yang selain selain koperasi,, karena saya ini kecil-kecilan mengelola bengkel, kalo ada sofware bengkel yang GRATISAN gitu lo bos….. Sekali lagi minfa maaf lo.

    Like

  18. ellnast Says:

    SHU (Sisa Hasil Usaha)

    Sisa Hasil Usaha ( SHU ) Koperasi seringkali diartikan keliru oleh pengelola koperasi. SHU Koperasi dianggap sama saja dengan deviden sebuah PT, padahal terminology SHU jelas, bahwa SHU adalah “Sisa” dari Usaha koperasi yang diperoleh setelah kebutuhan anggota terpenuhi
    Dalam Manajemen koperasi Sisa hasil usaha (SHU) memang diartikan sebagai selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue [TR]) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost[TC]) dalam satu tahun buku. Bahkan dalam jika ditinjau pengertian SHU dari aspek legalistik, menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:
    1. SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
    2. SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
    3. besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
    Menurut Kusnadi dan Hendar (1999) menyatakan bahwa :
    ”Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku (Januari s/d Desember) dikurangi dengan biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. Pada hakekatnya sisa hasil usaha koperasi sama dengan laba untuk perusahaan lain”.
    Sisa Hasil Usaha (SHU) harus dirinci menjadi SHU yang diperoleh dari transaksi dengan para anggota dan SHU yang dari bukan anggota. Yang diperoleh dari anggota dikembalikan kepada masing-masing anggota sedangkan yang diperoleh dari pihak luar tidak boleh dibagikan kepada anggota.
    Pembagian SHU dibicarakan atau diputuskan dalam rapat anggota kemudian ditetapkan dalam anggaran dasar koperasi. Sebelum dibagikan kepada anggota sesuai dengan hak anggota tersebut, SHU bersumber dari :
    1. Dari usaha atau bisnis yang diselenggarakan dengan anggota.
    2. Dari usaha atau bisnis yang diselenggarakan dengan bukan anggota.
    Dari kedua sumber tersebut, maka SHU yang dibagikan kepada anggota hanyalah SHU yang memang berasal dari usaha atau bisnis dengan anggota koperasi. Sedangkan SHU yang bersumber dari usaha yang bukan berasal dari anggota (non anggota koperasi) dimasukkan ke dalam cadangan untuk modal koperasi atau untuk keperluan lainnya.

    Pengertian diatas harus dipahami bahwa SHU bukan deviden seperti PT tetapi keuntungan usaha yang dibagi sesuai dengan aktifitas ekonomi angoota koperasi, maka besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi. Artinya, semakin besar transaksi(usaha dan modal) anggota dengan kop erasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima. Hal ini berbeda dengan perusahaan swasta, dimana dividen yang diperoleh pemilik saham adalah proporsional, sesuai besarnya modal yang dimiliki. Hal ini merupakan salah satu pembeda koperasi dengan badan usaha lainnya.
    Penghitungan SHU bagian anggota dapat dilakukan apabila beberapa informasi dasar diketahui sebagai berikut:
    1. SHU total kopersi pada satu tahun buku
    2. bagian (persentase) SHU anggota
    3. total simpanan seluruh anggota
    4. total seluruh transaksi usaha ( volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
    5. jumlah simpanan per anggota
    6. omzet atau volume usaha per anggota
    7. bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
    8. bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.
    Acuan dasar untuk membagi SHU adalah prinsip-prinsip dasar koperasi yang menyebutkan bahwa pembagian koperasi dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. Untuk koperasi Indonesia, dasar hukumnya adalah Pasal 5, ayat 1; UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian yang dalam penjelasannya mengatakan bahwa “pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
    Dengan demikian, SHU koperasi yang diterima oleh anggota bersumber dari dua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota sendiri, yaitu:
    1) SHU atas jasa modal
    Pembagian ini juga sekaligus mencerminkan anggota sebagai pemilik ataupun investor, karena jasa atas modalnya (simpanan) tetap diterima dari koperasinya sepanjang koperasi tersebut menghasilkan SHU pada tahun buku yang bersangkutan.
    2) SHU atas jasa usaha
    Jasa ini menegaskan bahwa anggota koperasi selain pemilik juga sebagai pemakai atau pelanggan. Secara umum SHU koperasi dibagi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pada Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga koperasi sebagai berikut:
    a. Cadangan koperasi,
    b. Jasa anggota,
    c. Dana pengurus,
    d. Dana karyawan,
    e. Dana pendidikan
    f. Dana sosial
    g. Dana untuk pembangunan lingkungan.
    Menurut Hiro Tugiman (1999) bahwa pembagian SHU bila diikhtisarkan sebagai berikut :
    SHU- Anggota
    a. Anggota.
    b. Cadangan koperasi.
    c. Dana pengurus.
    d. Dana pegawai/karyawan.
    e. Dana pendidikan koperasi.
    f. Dana pembangunan daerah kerja.
    g. Dana sosial.
    SHU-Non Anggota
    a. Cadangan koperasi.
    b. Dana pengurus.
    c. Dana pegawai/karyawan.
    d. Dana pendidikan koperasi.
    e. Dana pembangunan daerah kerja.
    f. Dana sosial.

    Berdasarkan pembagian SHU yang dikemukakan di atas, maka pembagian SHU hanya dibagikan kepada anggota dan tidak dibagikan untuk non anggota.
    Ada 2 (dua) macam jasa yang merupakan hak anggota dalam SHU yaitu sebagai berikut :
    1. Jasa usaha yang terdiri dari penjualan dan pembelian sesuai dengan jenis usaha koperasinya.
    a. Perhitungan jasa penjualan
    Pembagian jasa penjualan kepada masing-masing anggota didasarkan atas perbandingan penjualan yang dilakukan.
    b. b. Perhitungan jasa pembelian
    Pembagian jasa pembelian kepada masing-masing anggota tidak berbeda dengan pembagian jasa penjualan.
    2. Jasa Simpanan (modal)

    a. Pembagian jasa modal kepada anggota yang didasarkan oleh besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib masing-masing anggota. Kecuali bunga simpanan sukarela, jangka waktu dan tingkat bunga. Perhitungan pembagian jasa simpanan wajib dan simpanan pokok kepada masing-masing anggota didasarkan atas perbandingan simpanan yang dilakukan.

    b. Untuk menghitung bunga simpanan sukarela, maka koperasi tidak memandang apakah koperasi menderita rugi. Besarnya bunga tergantung oleh beberapa simpanan, jangka waktu, dan tingkat bunga.

    Pasal-pasal mengenai Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi yang diambil dari format baku Anggaran Dasar Koperasi dari Departemen Koperasi dan UKM RI.

    Pasal 41

    (1). Sisa Hasil Usaha merupakan pendapatan KOPERASI yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya yang dapat dipertanggungjawabkan, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk Pajak dan Zakat yang harus dibayarkan dalam tahun buku yang bersangkutan.
    (2). Sisa Hasil Usaha yang diperoleh dibagikan untuk :
    a. cadangan;
    b. anggota sesuai transaksi dan simpanannya;
    c. pendidikan;
    d. insentif untuk Pengurus;
    e. insentif untuk Direksi/Manager dan karyawan.
    (3). Pembagian Sisa Hasil Usaha dan pendapatan KOPERASI terdiri atas 3 (tiga) bagian :
    a. pendapatan yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota koperasi; dan
    b. pendapatan yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk bukan anggota;
    c. pendapatan yang diperoleh dari non operasional.
    (4). Bagian dari Sisa Hasil Usaha Koperasi yang diperoleh dari anggota dipergunakan sebagai berikut :
    a. untuk cadangan;
    b. untuk anggota menurut perbandingan jasanya, dalam usaha koperasi untuk memperoleh pendapatan perusahaan;
    c. untuk anggota menurut perbandingan simpanannya dengan ketentuan tidak melebihi suku bunga yang berlaku pada Bank-bank Pemeringah;
    d. untuk dana Pengurus dan Pengawas;
    e. untuk Kesejahteraan Pengelola Usaha dan karyawan KOPERASI;
    f. untuk dana pendidikan KOPERASI;
    g. untuk dana Sosial.
    (5). Sisa Hasil Usaha yang diperoleh dari Usaha yang diselenggarakan untuk Pihak bukan Anggota dibagi sebagai berikut :
    a. untuk cadangan;
    b. untuk Anggota;
    c. untuk dana Pengurus dan Pengawas;
    d. untuk dana pengelola dan karyawan;
    e. untuk dana pendidikan koperasi;
    f. untuk dana Sosial.
    (6). Bagian dari Pendapatan Koperasi yang diperoleh dari pendapatan non operasional dipergunakan sebagai berikut :
    a. untuk cadangan;
    b. untuk anggota menurut perbandingan simpanannya;
    c. untuk dana pendidikan koperasi;
    d. untuk dana Sosial.
    (7). Penggunaan dana-dana Pendidikan dan Dana Sosial diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan atu diputuskan dalam Rapat Anggota Tahunan.
    (8). Pembagian dan prosentase sebagaimana dimaksud ayat (4), (5) dan ayat (6) ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga dan diputuskan oleh Rapat Anggota.
    Pasal 42
    Bagian Sisa Hasil Usaha untuk anggota dapat diberikan secara langsung atau dimasukkan dalam simpanan atau tabungan anggota yang bersangkutan sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota.
    Pasal 43
    (1). Cadangan dipergunakan untuk pemupukan modal dan menutup kerugian Koperasi sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota.
    (2). Bagian dari Cadangan KOPERASI dapat dibagikan kepada anggota dalam bentuk simpanan khusus, apabila jumlah cadangan telah mencapai lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan khusus anggota.
    (3). Rapat Anggota dapat memutuskan untuk mempergunakan paling tinggi 1/2 (satu per dua) bagian atau 50% dari jumlah seluruh cadangan untuk perluasan perusahaan KOPERASI.
    (4). Sekurang-kurangnya 1/2 (satu per dua) bagian atau 50% dari uang cadangan harus disimpan dalam bentuk giro pada Bank yang ditunjuk oleh Pengurus.
    (5). Anggota KOPERASI yang berhenti dari keanggotaan Koperasi secara sah dapat memperoleh bagian atas cadangan KOPERASI berdasarkan prosentase jumlah simpanan pokok dan simpanan wajib yang dimilikinya pada KOPERASI, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.
    Mekanisme Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi
    Sisa hasil usaha ini terdiri atas:
    • Surplus yang diperoleh dari usaha yang diselengggarakan untuk anggota
    • Surplus yang diperoleh dari usaha yang diselengggarakan untuk pihak ketiga
    SHU tersebut pada dasarnya adalah jumlah dari kelebihan kelebihan atau kekurangan kekurangan yang harus dikembalikan atau ditambahkan pada pembayaran yang pertama kepada anggoa anggota yang mengadakan transaksi dengan koperasi. Kelebihan atau kekurangan itu sebenarnya dimaksudkan sebagai cadangan “pembiayaan dalam arti luas”, sehingga ditinjau dalam segi ini adalah hal yang wajar kalau dikembalikan pada anggota “meski tidak seluruhnya” . sbab ada bagian-bagian tertentu yang harus dipenuhinya pula :
    • Sebagian, sesuai dengan rencana koperasi diperuntukkan pembentukan modal secara berangsur angsur, agar pada waktunya koperasi berkemampuan self-financing untuk usaha usahanya disamping sebagai cadangan.
    • Sebagian lagi diperuntukan untuk fungsi sosialnya , dijadikan dana dana untuk pengurus dan pegawai, untuk masyarakat (pendidikan kader kader koperasi, sosial, pembangunan di lingkungan kerja). Dalm hal ini tercermin suatu keadilan dalam koperasi , yang berarti adanya sumbangan dari tiap tiap anggota seimbang dengan jasa yang diterima anggota
    Oleh karena sisa hasil usaha sebagai surplus hanyalah wajar diberikan kepada mereka yang berhak saja, makas surplus yang didapat dari usaha yang diselenggarakan untuk pihak ketiga, tidak dibagikan kepada anggota, tetapi hanya kepada para petugas dalam koperasi (pengurus, pegawai), masyarakat, pembangunan daerah kerja dan cadangan. Dengan demikian secara tidak langsung mereka yang bukan anggota dalam menikmati surplus tersebut.
    Agar supaya surplus tersebut dapat dibagikan secara tepat dan adil kepada masing masing yang berhak, maka Pasal 34 ayat 3 dan 4 UU No. 12 Tahun 1967 telah mengadakan ketentuan ketentuan sebagai berikut :
    • untuk cadangan koperasi
    • untuk anggota sebanding dengan jasa yang diberikannya
    • untuk dana pengurus
    • untuk dana pengurus/pegawai
    • untuk dana pendidikan koperasi
    • untuk dana sosial
    • untuk penbangunan daerah kerja
    Tentang besarnya persentase mengenai pembagian sisa hasil keuntungan harus diatur dalam Anggaran Dasar demikian pula cara penggunaanya (kecuali cadangankoperasi) diatur dalam anggaran dasar untuk kepentingan koperasi.
    Informasi Dasar
    Beberapa informasi yang perlu diketahui untuk menentukan SHU:
    • SHU total pada 1 tahun buku
    • Bagian / persentase SHU anggota
    • Total simpanan seluruh anggota
    • Total seluruh transaksi / omzet / volume usaha anggota
    • Jumlah simpanan per anggota
    Pembagian yang “ideal” dan biasa dipakai pada koperasi di Indonesia adalah sebagai berikut:
    Cadangan : 40%
    Jasa anggota : 40%
    Dana pengurus : 5%
    Dana karyawan : 5%
    Dana pendidikan : 5%
    Dana sosial : 5%
    Persentase penghitungan SHU KOPERASI pun ditentukan pada RAT dan harus dituangkan dalam AD/ART koperasi. Jika anggota menginginkan SHU KOPERASI dibagikan seluruhnyapun tetap boleh, tapi tentu hal ini tidak dianjurkan karena keberadaan dana cadangan dll juga sangat penting untuk keberlangsungan koperasi.
    SHU KOPERASI = Y+ X
    Dimana:
    SHU KOPERASI : Sisa Hasil Usaha per Anggota
    Y : SHU KOPERASI yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi
    X: SHU KOPERASI yang dibagi atas Modal Usaha
    Dengan menggunakan model matematika, SHU KOPERASI per anggota dapat dihitung
    sebagai berikut.
    SHU KOPERASI= Y+ X
    Dengan,
    SHU KOPERASIAE = Ta/Tk(Y)
    SHU KOPERASIMU = Sa/Sk(X)
    Dimana.
    SHU KOPERASI: Total Sisa Hasil Usaha per Anggota
    SHU KOPERASIAE : SHU KOPERASI Aktivitas Ekonomi
    SHU KOPERASIMU : SHU KOPERASI Anggota atas Modal Usaha
    Y : Jasa Usaha Anggota
    X : Jasa Modal Anggota
    Ta : Total transaksi Anggota)
    Tk : Total transaksi Koperasi
    Sa : Jumlah Simpanan Anggota
    Sk : Simpana anggota total
    Contoh : SHU Koperasi XYZ adalah Rp. 5.000.000
    Jika dibagi sesuai prosentase Pembagian SHU KOPERASI koperasi seperti contoh yang disampaiakan sebelumnya maka diperoleh:
    Cadangan : 40 % = 40% x Rp.5.000.000,- = Rp. 2.000.000,-
    SHU KOPERASI Dibagi pada anggota : 40 % = 40% x Rp. 5.000.000,- = Rp. 2.000.000,-
    Dana pengurus : 5 % = 5% x Rp. 5.000.000,- = Rp. 250.000,-
    Dana karyawan : 5 % = 5% x Rp. 5.000.000,- = Rp. 250.000,-
    Dana Pembangunan Daerah kerja / Pendidikan : 5 %= 5% x Rp. 5.000.000,- = Rp. 250.000,-
    Dana sosial : 5 % = 5% x Rp. 5.000.000,- = Rp. 250.000,-
    Yang bisa dibagi kepada anggota adalah SHU KOPERASI Dibagi pada anggota : Rp. 2.000.000,-
    Langkah-langkah pembagian SHU KOPERASI:
    1. Di RAT ditentukan berapa persentasi SHU KOPERASI yang dibagikan untuk aktivitas ekonomi (transaksi anggota) dan berapa prosentase untuk SHU KOPERASI modal usaha (simpanan anggota) prosentase ini tidak dimasukan kedalam AD/ART karena perbandingan antara keduanya sangat mudah berubah tergantung posisi keuangan dan dominasi pengaruh atas usaha koperasi, maka harus diputuskan setiap tahun . Biasanya prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi ( Y) adalah 70% dan prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Modal Usaha adalah 30%. Jika demikian maka sesuai contoh diatas
    Y = 70% x Rp. 2.000.000,- = Rp. 1.400.000,-
    X= 30% x Rp. 2.000.000,- = Rp. 600.000,-
    2. Hitung Total transaksi tiap anggota, total simpanan tiap anggota dan total transaksi seluruh anggota serta total simpanan seluruh anggota.
    Contoh: Erwin bertransaksi sebesar Rp. 30.000,- dan simpanan Rp. 10.000,- Total transaksi anggota Rp. 25.000.000,- & total simpanan anggota Rp. 5.000.000,-
    Maka
    SHU KOPERASIAE Erwin
    = Ta/Tk(Y)
    = Rp. 30.000,- / Rp. 25.000.000,- ( Rp. 1.400.000,-)
    = Rp. 1.680,-
    SHU KOPERASIMU Erwin
    = Sa/Sk(X)
    = Rp. 10.000,- / Rp. 5.000.000,- (Rp. 600.000,-)
    = Rp. 1.200,-

    Like

  19. p herry Says:

    Pagi mas Wong.

    Kapan Updatenya.

    Sampai dengan V.30a saya pikir sudah cukup membantu, transaksi yang belum otomatis, bisa diselesaikan melalui jurnal umum, tapi yang ditanyakan saudara ellnast juga bener tentang setoran pinjaman yang tidak sesuai, apa sementara bisa diedit melalui junal umum ini memang saya belum pernah coba, melalui menu saya lihat baik yang flat maupun yang lainnya nggak ada yang bisa di edit.

    Mas Wong, terus terang sampai versi ini saya sudah bisa menggunakan untuk operasional harian sampai dengan laporan Neraca.

    Kemudian untuk fasilitas2 lain yang saya butuhkan, mas wong jangan bosan kalo nanti saya usul satu demi satu yang tidak menyimpang jauh dari software ini.
    Contoh usul saya kemarin sudah 3 lho mas, simpel2 tapi semakin menyempurnakan.

    makasih mas wong jangan tambah bingung tapi tambah sempurna.

    Like

    • wongblajar Says:

      iya pak, terima kasih atas usul yang kemarin, mengenai angsuran yg bisa di edit, bisa dilakukan jika jenis angsuran flat & jenis pembayaran setiap saat, namun untuk angsuran tsb hanya akan dihitung sebagai pokok pinjaman, karena untuk angsuran bunga dihitung pada akhir, setelah pinjaman pokok lunas.

      mengenai updatenya saya usahakan minggu ini, namun belum mencakup semua usulan yang ada.

      Like

  20. ellnast Says:

    Malam mas wong, bagaimana dengan update versi terbarunya kira2 kapan bisa diupload, karna kami sangat mengharapkan pembaharuan dlm program ini akan kami bisa lebih menata administrasi perkoperasian ke arah yg lebih baik, kami berharap dingan pembaharuan versi ksp ini berjalan secara normal berdasarkan masukan2 yg sdh diberikan dalam komentar2ini. Kami berterima kasih sdh mau berbagi, dan kami sangat2 menhargai kebaikan mas yg sdh mau memberi agar kami tdk perlu mengeluarkan biaya besar utk membeli program ksp yg begitu mahal. Sekali lagi makasih dan mohon dimaafkan kalo kami terlalu banyak menuntut.

    Like

    • wongblajar Says:

      minggu ini update terbaru saya upload, namun kemungkinan belum mencakup semua masukan, namun untuk semua bug saya usahakan semua teratasi, terima kasih untuk menunggu

      Like

  21. ellnast Says:

    Beberapa hal yg perlu menjd catatan atas usul2 dari kami pd versi ini adalah:
    1. Bug pd jatuh tempo pinjaman.
    2. Pemblokiran dalam setoran pinjaman pokok maupun bunga, apa tak sebaiknya diberi keleluasan dalam penginputan setoran, kalo pake pola setoran setiap saat bagaimana itu menjawab ketentuan pendapatan bunga pinjaman setiap saat krn selama pinjaman blom lunas setoran tsbt msh diategorikan sebagai pokok bukan bunga
    3. Tak ada otomatisasi dalam pembagian shu kpd anggota.
    4. Rekening koran pinjaman belom terakomodir dalam sistem, rekening koran adalah historical dlm aktivitas anggota melakukan penyetoran.
    5. Tunggakan belom bisa ditampilkan atau walaupun fasilitas sudah ada namun belom terbukti jalan.
    6. Perlu dicoba penyetoran pinjaman dibuat sebagaimana simpanan tinggal dibuatkan pengkodean menyangkut setoran pokok pinjaman, dan bunga serta denda pinjaman.
    7. Perlu dipikirkan jg bagaimana 1 komputer bisa mengelola 2 atau lebih KSP yg berbeda tentunya dgn database yg berbeda.
    8. Otomatisasi dalam menhitung deviasi atau penyusutan aktiva tetap dan inventaris.
    9. Desain tampilan kalo bisa dibuat lebih menarik dan berwarna.

    Like

    • wongblajar Says:

      1. ya sudah ada yang lapor, dan sudah saya benahi
      2. berarti untuk bunga dhitung manual sebelum diinput ?
      3. ya, informais yang kemarin masih saya pelajari, terima kasih
      4. rekening koran adanya simpanan, untuk pinjaman ada tabel angsuran
      5. nanti saya cek lagi, terima kasih atas info nya
      6. kalau seperti itu bayangan saya kesannya malah ribet diinput angsuran nantinya, soalnya input satu persatu di pinjaman pokok & bunga.
      7. waduh, ini malah konsep yang berbeda/kebalik dari semestinya.
      8. kalau soal ini tolong saya diberi penjelasan lebih detail, terima kasih
      9. soal ini saya belum ada ide, mungkin bisa kasi masukan berupa screen shoot?

      Like

  22. ellnast Says:

    kira2 kapan yah versi updatenya diupload

    Like

  23. faigter Says:

    Saya mo tanya mas, gimana carana merubah tanggal tarikan simpanan dan setoran simpanan? pada saat mengisi tanggal tersebut di blok.

    Like

    • wongblajar Says:

      tanggal tarikan dan setoran memang dibuat untuk tidak diedit, namun ada cara untuk merubahnya, yaitu merubah tanggal di komputer server, namun hal ini tidak disarankan, karena jika tidak teliti justru akan mengacaukan urutan transaksi di simpanan

      Like

  24. p herry Says:

    Siang mas,

    Saya ikut bung Ellnast tentang setoran pinjaman, jadi untuk setoran bisa diedit baik pokok maupun bunga, kemudian perhitungan baku setoran pokok dan bunga digunakan software untuk menghitung tunggakan pokok dan tunggakan bunga, tentunya harus muncul juga di laporan tentang tunggakan tsb.

    makasih sukses!

    Like

  25. izwar Says:

    mas kok databse connection failed ya?

    Like

  26. beni Says:

    berapa no hp nya wong,,,? brngkali bisa saya pesan dengan fitur lain

    Like

  27. Kopkar SKM Says:

    baru kemarin nih, kami bentuk koperasi karyawan, dimana saya bisa download software ksp + panduan penggunaannya,

    makasih mas….

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: